"Celotehan Rindu"
16 Agustus 2010
Ya Rabb Tuhan Semesta Alam...
- Comment( 0) »
- Published under Suara Kalbu
Ya Rabb Tuhan Semesta Alam...
Malam Ini begitu indah, begitu menggoda dan begitu mewawan. Dimalam ini Saya akan mencoba berkisah tentang sosok seorang raja yang kehilangan perhiasan permata hatinya yaitu "HATI". Walaoupun demikian saya bukanlah ahli dalam bercerita, namun setidaknya kisah berikut dapat memberikan kesegaran dalam menapaki hidup yang serba singkat ini. Kita Tahu bahwa Hati yang hilang adalah sebuah kisah klasik dari seluruh belahan dunia, dimana setiap orang akan menggapai hati itu. Singkat crita terdapat suatu istana nan megah dengan limpahan kekayaan dunia, emas berlian, intan, mutiara dan berlian yang tiada habisnya.
Adalah Singasana yang terbuat dari jamrud yang dilapisi emas, baju sang raja yang begitu megah di pandang rakyatnya bersulamkan benang emas dan dengan untaian berlian di sekitarnya. Istana nan ber-lantaikan kaca kristal yang gemerlab, alangkah megah nya istana ter sebut. Dan dengan ribuan perajurit serta para punggawa setia, selir dan para keturunan raja nan cantik dan tampan. Yang pada intinya sang raja tiada mendapat ke kurangan suatu apapun semuanya dapat diperoleh dengan mudahnya. kalau kita kembali ke zaman sekarang munkin dengan pencet tombol semuanya sudah tersedia.
Kembali kepada crita semula, Namun pada suatu malam raja "bermimpi," dimana ia melihat se ekor unta yang ke hausan di tengah padang pasir nan tandus. Ia hanya menatapnya dari jarak nan tak jauh dan unta ter sebut mendekatinya dan meneteskan air mata . Sontak sang raja sadar dari tidurnya dan bertanya perihal apa yang terjadi.
Sehingga pada ke esok hariannya ia bertanya kepada seluruh penasehat istana perihal berangan mimpi tersebut. Namun tidak satu pun dari semua punggawa istana yang tahu tafsir dari mimpi tersebut. sungguh malang nasib raja. Suatu ketika idatanglah seorang yang tua renta lagi miskin untuk menghadap kepada raja, para punggawa pun menahannya d gerbang istana. Sang raja hanya melihat dari singgasana megahnya. S0ntak raja sadar inilah makna mimpinya yaitu dengan kekayaan dan kemega-han dunia yang ia miliki ia telah lupa akan hal yang sangat mahal yaitu ia telah ke hilangan hatinya.
Semoga kita semua tidaklah sama seperti kisah sang raja tersebut, kehilangan hati karna harta, kedudukan dan popularitas. So inilah sedikit kisah klasik saya untuk renungan saya dan umumnya kita semua...Semoga mencerahkan.
Gusfa
"Cinta adalah gelombang makna-makna yang menggores langit hati, maka jadilah pelangi. Goresannya kuat, warnanya terang, paduannya rumit, tapi semua nyata" demikian kata Anis Matta yang dikutip buku "Bahagianya Merayakan Cinta". Itulah cinta, rangkaian lima huruf ini kadang penuh misteri, cukup rumit menerjemahkannya akan tetapi cinta adalah nyata sehingga bisa dirasakan.
Semua manusia bisa merasakan getaran cinta itu, dengan kadar yang berbeda-beda dan bentuk yang beragam. "Jangan main-main dengan cinta!" nasihat seorang bijak. Yups...karena cinta, kita bisa meraih ridla Allah dan gara-gara cinta pula kita bisa menuai murka Allah SWT.
Mencintai Allah dan Rasul-Nya, dan membingkai cinta manusia dalam kerangka Mahabbatullah adalah salah satu kunci menggapai ridla Allah SWT. "Katakanlah: Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang" (QS. Ali Imran: 31). Rasulullah SAW pernah bersabda bahwa dua orang yang saling mencinta dan berpisah semata karena Allah akan mendapat perlakuan khusus oleh Allah kelak hari kiamat akan mendapat naungan dimana pada saat itu tidak ada naungan kecuali naungan-Nya (HR. Bukhari-Muslim). Bukti cinta kita pada Allah adalah dengan mengikuti syari’ah-Nya. Dengan pelaksanaan inilah kita bisa mendapat rahmat dan maghfirah-Nya.
Sebaliknya cinta yang mengundang murka Allah adalah cinta yang dapat menjauhkan kita pada-Nya. Misalnya cinta dunia berlebihan, cinta yang dilandasi nafsu belaka kepada lawan jenis tanpa ikatan perkawinan dsb. "Apabila umatku sudah mengagungkan dunia, maka akan tercabut dari mereka kehebatan Islam ...(HR. Turmudzi).
Oleh karena itu, kita mesti tahu apa itu cinta. Selain kata cinta ada dua kata lain yang artinya hampir mendekati, tapi berbeda makna, yaitu sayang dan suka. Cinta, sayang dan suka kadangkala dimaknai dengan satu arti. Meskipun memiliki makna yang berbeda.
Kita semuanya tentu pernah mencintai, menyayangi atau menyukai seseorang atau barang tertentu. Bila kita pernah melakukan ketiga-tinganya, kita pasti merasakan bahwa ternyata ketiganya berbeda. Suka, cenderung kepada keinginan seseorang untuk segera memiliki, di dalamnya ada ego. Sehingga orang yang menyukai sesuatu biasanya menunjukkan sifat egoismenya, dalam arti ingin menyenangkan dirinya saja, tanpa menyenangkan orang yang disukainya. Sehingga perasaan hati terdalamnya tidak sampai menyatu kepada orang yang disukainya.
Sayang, adalah boleh dikatakan kadarnya berada di atas suka. Jika kita sayang pada seseorang atau sesuatu, maka kita sedikit mengorbankan diri kita demi menyenangkan orang yang disayangi. Ia tiak egois, tapi luapan perasaannya dituangkan untuk menyenangkan orang yang disayangi. Orang yang sayang akan hadir saat orang yang disayangi menginginkannya.
Sedangkan, cinta adalah tingkatan yang paling tinggi. Tingkat pengorbanan cinta lebih besar dibandingkan dengan sayang. Orang yang mencintai, akan rela mengorbankan jiwanya demi menyenangkan orang yang dicintainya. Ia ingin sekali orang yang dicintainya selalu dekat berada disisinya, apapun keadaannya dan kapanpun waktunya. Sesuatu yang dicintainya dianggapnya sebagai sebuah anugerah yang diberikan Allah kepadanya. Maka, dalam keadaan duka maupun suka, ia tetap loyal kepada orang yang dicintainya.
Sebagai seorang muslim, kita harus pandai-pandai mengelola rasa suka, sayang dan cinta kita. Apalagi, bagi seorang remaja, perasaan terhadap lawan jenis tersebut biasanya cukup besar. Jika seseorang remaja tidak pandai-pandai mengelola maka bisa terjatuh pada hukum haram.
Cinta adalah perasaan hati yang kehadirannya tidak bisa ditolak. Bagi remaja yang terjangkiti virus merah jambu perlu memperhatikan rambu-rambu. Untuk mengekspresikan perasaan itu, bagi seorang remaja saya kira belum waktunya. Untuk soal satu ini, remaja masih berada pada lampu merah. Akan ada waktunya jika lampu hijau sudah menyala.
Islam sangat menjaga kehormatan manusia. Salah satu caranya dengan membuat aturan agar perasaan cinta terhadap lawan jenis berjalan tidak liar. Rasulullah SAW pernah mengingatkan jika dua orang berlainan jenis menyepi, maka yang ketiga adalah syetan.
Mengapa Islam melarang dua orang berlainan jenis menyepi, dan menyentuh lawan jenis? Hal inilah yang menunjukkan bahwa Islam memulyakan manusia. Sebab, orang yang melakukan dua perbuatan tadi sebelum ada ikatan perkawinan akan bisa menghantarkan pada perbuatan yang keji. Jika sudah jatuh pada perbuatan keji, maka Allah akan mencabut rasa cinta dan sayangnya pada orang tersebut. Maka, cinta yang diridlai Allah, adalah cinta yang terbingkai dalam ikatan perkawinan.
Maka, pemuda yang sudah siap, dianjurkan untuk segera menikah. Rasulullah SAW bersabda: "Wahai segenap pemuda, barangsiapa yang telah mampu untuk kawin maka hendaklah ia kawin, karena kawin itu lebih dapat menundukkan pandangan dan lebih memelihara kemaluan. Dan barangsiap yang belum mampu nikah, maka hendaklah dia berpuasa, karena puasa itu akan menjadi perisai baginya" (HR. Bukhari-Muslim). Cinta yang terbingkai dalam ikatan perkawinan adalah cinta yang dapat membawa manfaat, relatif terhindar dari dosa. Bagi remaja putri juga menjadikan yang bersangkutan memelihari diri, menimbulkan ketenangan, dan persahabatan sejati. Rajutan cinta yang dikemas dalam ikatan perkawinan adalah rajutan yang paling sempurna. Di situlah cinta sejati kita temukan.
Keindahan cinta perkawinan yang dilandasi karena Allah inilah yang disebut cinta sejati. Sang lelaki laksana benteng bagi wanita yang bisa memberi rasa aman, cinta-kasih sayang, ketenangan dan ketentraman. Dan sang wanita bagai lahan subur yang sejuk dan rindang yang terhiasi dengan bunga-bunga cinta, tempat si laki-laki mencari ketenangan. Ia juga bagaikan matahari yang menyinari, merpati yang mengepakkan sayap, bunga yang harum semerbak dan tempat berteduh yang menyejukkan.
Cinta yang membawa kepada ridla Allah adalah cinta rabbani, yakni meletakkan cinta pada Allah di atas segala perasaan cinta yang menguasai hatinya, dan tentunya yang terikat dalam perkawinan. Di dalamnya kita bisa meneguk nikmatnya cinta sejati yakni cinta yang berdasarkan Ilahi. Itulah cara mengelolah cinta yang dapat mendamaikan hati. Allahu Al-Hadi Ila Shawab...